Di sinilah aku berada sekarang, menatap langit malam yang bertabur bintang. Apakah langit yang sama juga embentang dihadapannya ? Sedang apa dia sekarang ? Menghitung bintang dalam kesendirian ? Atau malah bersenang-senang tanpa meningatku ??
Yang ada di sekitarku hanya sepi, diam. Kata orang, bunyi yang paling menyeramkan adalah kesunyian. Dan aku dapat merasakan betapa kesunyian itu menekanku.
Angin membawa aroma laut ke hidungku. Tak jauh dari sini, dapat kudengar deburan ombak yang menghantam karang. Dapat kubayangkan betapa mudahnya kalau aku mau mengakhiri semua kesepian ini. Kematian berjarak begitu dekat.
Tapi aku tak mau. Aku belum mau mati. Walau berat bagiku untuk melanjutkan hidup. Apalagi tanpa kau disisiku.
Pasir menggesek kulitku. Aku berjongkok, mengambil sebatang ranting kecil. Dengan hati-hati kutorehkan nama kau di pasir. Nama orang yang begitu kusayangi.

